Perkuat Inovasi Hulu Hilir Komoditas Ayam KUB, BRMP PKH Laksanakan Bimtek di NTB
Lombok Tengah — Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) ICARE BRMP PKH 2026 melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Nusa Tenggara Barat dengan fokus pada budidaya Ayam KUB, kesehatan ternak, dan mekanisasi pengolahan pakan. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 27 - 29 Agustus 2026 ini menjadi bagian dari upaya mempercepat penerapan inovasi teknologi sekaligus meningkatkan kapasitas peternak dalam mengembangkan usaha yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai manajemen budidaya Ayam KUB mulai dari kualitas bibit, pengelolaan kandang, pemberian pakan dan air minum, hingga pemeliharaan berdasarkan fase starter, grower, dan layer. Selain aspek teknis, peternak juga didorong memahami peluang bisnis, pemasaran, hilirisasi, serta pengembangan produk bernilai tambah.
Aspek kesehatan ternak turut menjadi perhatian melalui penerapan biosekuriti, vaksinasi, sanitasi kandang, pengendalian hama dan vektor, serta pengelolaan ventilasi. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai berbagai penyakit unggas dan pentingnya pelaporan serta koordinasi dengan petugas kesehatan hewan apabila ditemukan gejala penyakit atau kematian ternak yang tidak biasa. Bimtek juga memperkenalkan mekanisasi pengolahan pakan untuk mendukung produksi pakan mandiri. Peserta dikenalkan dengan penggunaan hammer mill, mixer, dan mesin pencetak pellet yang dapat meningkatkanefisiensipengolahan bahan pakan lokal sekaligus membuka peluang pengembangan unit pakan secara berkelompok.
Selain Bimtek, Tim KMP melakukan survei terhadap empat calon lokasi PoskoKMP di NTB. Posko ini direncanakanmenjadi pusat layanan konsultasi dan pendampingan peternak selama satu bulan, khususnya di wilayah KabupatenLombok Tengah. Penentuan lokasi mempertimbangkan aksesibilitas, kedekatandengan sentra peternakan, sertaketerhubungan dengan lokasi demonstration plot (demplot).
Melalui kegiatan ini, ICARE BRMP PKH 2026 terus memperkuat keterhubungan inovasi dari hulu hingga hilir, mulaidari peningkatan kapasitassumber daya manusia, penerapan teknologi, efisiensi produksi, hingga pengembangan nilai tambah dan pemasaran. KMP diharapkan menjadi jembatan antara inovasi teknologi dan kebutuhan nyata peternak sehingga mampu berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas dan pendapatan peternak di Nusa Tenggara Barat (FT).